PELATIHAN NASIONAL Uncategorized

Keharusan Penjual Menguasai Seni Negosiasi

By. R. Dewi Rahma Sari, S.S., MA.
Posted on September 17, 2020.
Allah SWT itu Maha Indah, dalam keseharian kita, kita harus berprilaku, perfikir, berucap dan berniat Juga berpenampilan dengan Indah, begitupun dalam menjual ide kita, produk kita, maupun jasa kita. Menjual itu adalah suatu seni. Sebagai seni, aktivitas menjual menuntut banyak keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang penjual. Diperlukan hati yang jernih dan pemikiran juga niat yang indah untuk mendapatkan hasil dan hikmah yang indah. Dalam tulisan lain, saya menyebutkan bahwa penjual juga harus menguasai seni konsultasi alias menjadi seorang sales consultant. Dalam tulisan ini kita fokuskan pada penjual yang idealnya bisa menguasai seni negosiasi.

Negosiasi ini penting untuk dipelajari, mengapa karena konsumen saat ini semakin cerdas dan banyak keinginannya. Bahkan pepatah menyebutkan ‘bahwa pembeli adalah Raja’, walaupun begitu Jangan sampai karena kalah dalam bernegosiasi, penjual tidak mendapat untung, tetapi malah merugi. Ada lima sebab seorang salesman atau seorang penjual harus menguasai kemampuan bernegosiasi.
1. kita ingin sesuatu yang diatur oleh pihak lain untuk suatu keuntungan yang akan kita dapatkan.
2. Aturan akan sesuatu yang berada di bawah kendali bersama untuk mendapatkan keuntungan bersama.
3.Mendapatkan hasil keuntungan bersama
4. Menyelesaikan masalah.
5. Mempertahankan hasil keuntungan.

Setelah Mengetahui penyebab seorang penjual diharuskan menguasai kemampuan bernegosiasi, yang perlu dipahami oleh para tenaga penjual. Langkah selanjutnya adalah

1. Persiapan. Bisa dikatakan ini merupakan tahap yang memegang peranan yang paling penting. Bahkan, ada ungkapan yang mengatakan 100% persiapan dapat menjamin 90% kesuksesan, yang perlu dipersiapkan adalah penjual harus memiliki pengetahuan yang akan digunakan dalam negosiasi, mengenali kekuatan dan kelemahan, menentukan tujuan bernegosiasi, membuat perincian negosiasi, seperti alur negosiasi, isu-isu yang akan disampaikan, dan sebagainya.

2. pembukaan. Ini merupakan tahap awal, tahap di mana penjual pertama kali bertemu dengan pihak lain dalam proses negosiasi. Dalam tahap ini, penjual harus banyak mempelajari kondisi dan posisi lawan negosiasi. gunakanlah bahasa tubuh yang positif. Ingat, cara kita berjalan, duduk, menjabat tangan, dan raut wajah kita akan memengaruhi persepsi kita di mata lawan negosiasi. Sikap kita harus professional sebagai penjual, definisi professional ini adalah ilmu yang lurus dan niat yang lurus dijalankan bersama – sama. Mari kita contoh sikap dan akhlak dan niat Rasulullah SAW ketika akan, sedang dan sesudah melakukan negosiasi, begitu indah caranya, membuat kedua belah pihak diuntungkan dan bahkan merasa pihak pembeli sangat diuntungkan dan pihak penjual sedikit untungnya dalam kondisi tertentu… Misalnya dalam kondisi bersedekah, disesuaikan dengan kearifan lokal tempat Rasulullah SAW berdagang, politik dan lain – lain dimana dalam kasus ini Rasulullah SAW hanya mengambil keberkahan dan Ridho Allah SWT dengan keuntungan sedikit yang didapat beliau.

3. Persetujuan negosiasi. Dalam tahap ini, kedua pihak akan saling menyalami dan berunding untuk kesepakatan yang dapat memuaskan keduanya. Di sini, sebagai penjual, anda perlu menjelaskan maksud dari diskusi, penawaran yang dibuat, dan andapun harus menjelaskan keberatan Anda dalam perjanjian tersebut bila ada yang tidak anda setujui sebagai pedagang, bicaralah secukupnya, dengarkan keinginan lawan dengan senyum manis dan bijaksana. Anda jangan terlalu banyak bicara dan cobalah menawarkan alternatif, yaitu pilihan lain yang dirasa lebih adil.

4. Terakhir penutupan, tercapai atau tidaknya kesepakatan (negosiasi) , tahap penutupan tetap harus dilaksanakan seindah mungkin, seprofesional mungkin, walaupun pada kenyataannya standar indah dan professional itu terkadang berbeda dilapangan…tetapi standar umat Islam adalah Al Quran, bila sudah sesuai Al Quran, gaya indah negosiasi kita maka menjadi tidak masalah untuk anda bagaimanapun sikap lawan terhadap has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *