Materi Pelatihan Nasional

Cara Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah suatu perilaku yang kita ingin kembangkan, Kebanyakan orang sekarang menderita kurangnya rasa percaya diri, yang terkadang disebut harga diri rendah. Ini seperti epidemi dalam kehidupan modern. Kita mungkin tidak menyadarinya, tetapi percaya diri mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita..
Misalnya, jika Anda kurang memiliki kepercayaan diri untuk berbicara untuk diri sendiri ketika hal tertentu perlu ditangani, dapat menyebabkan Anda mempunyai pandangan buruk tentang diri sendiri. Tidak memiliki keyakinan menyebabkan perilaku anda bila menghadapi masalah menghayalkan masalah itu hilang atau berharap pergi.
Kita dapat menghibur diri sendiri dengan mengatakan hal-hal seperti, “Aku tidak suka konflik”. Secara nyata, saya tidak berpikir sebagian besar orang menikmati konflik, tetapi ada kalanya situasi harus ditangani. Ketika kita memancarkan rasa percaya diri, Anda dapat menangani situasi yang timbul dengan cara yang sesuai atau adil yaitu sesuai pada tempatnya…atau sasarannya.

Beberapa Cara untuk meningkatkan rasa percaya diri :
Berhenti Khawatir Tentang Apa Yang Orang Lain Pikirkan tentang Anda. Selama yang kita pikirkan dan lakukan juga ucapkan sesuai dengan ajaran Tuhan Yang Maha ESA, maka kita harus tenang dan yakin dengan semua yang kita lakukan. Pepatah Arab mengatakan, “Anjing menggong Khafilah berlalu.” Berkonsentrasi pada pembangunan kepercayaan diri Anda dan jangan khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan tentang Anda karena merekapun sibuk dengan dirinya sendiri kecuali orang-orang yang iri dengki…jurus menghadapi mereka adalah jurus yang sudah dijelaskan diatas.

Anda Harus Pelajari Bagaimana Menjadi pribadi yakin.
Kepercayaan diri adalah sifat yang kita mintakan pada Tuhan yang Maha ESA dengan Cara berdoa dan mmempelajarinya, karena kepercayaan diri Ini bukan sesuatu hal yang diwarisi. Ketidak percayaan diri itu bisa dihilangkan. Belajar seumur hidup adalah keterampilan, dan meningkatkan rasa percaya diri adalah sesuatu yang selalu bisa semua manusia pelajari dengan Cara belajar. Anda harus melakukan sesuatu yang kecil setiap hari untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda. Buatlah kebiasaan kecil seperti senyum dan menyapa seseorang dengan ucapan salam, latihan ini lakukan setiap hari dan Anda akan berada di suatu kondisi untuk meningkatkan percaya diri.
Pandang Diri Sendiri Secara Positif
Cara pandang yang keliru kepada diri sendiri secara alam bawah sadar membangun Rasa rendah diri, Rasa Takut bahkan Rasa Bersalah secara terus menerus. Anda merasa bahwa Keberuntungan tidak pernah berpihak pada diri sendiri. Perasaan yang salah ini menjadikan Anda selalu Rendah Diri dan selalu merasa berada di belakang orang lain atau tertinggal dari kebanyakan orang. Yang lebih buruk lagi, Anda merasa ini adalah “perilaku yang tidak dapat dirubah” yang tidak terhindarkan dari Garis Hidup dan Kehidupan Anda. Tahap pertama untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah memandang diri sendiri secara positif. Yakinlah bahwa setiap orang memiliki berbagai macam kelebihan dan kekurangan. Tidak hanya kekurangan Anda pun sosok unik yang pasti berbeda dengan orang lain. Apa yang tidak dimiliki orang lain bisa jadi Anda memilikinya, demikian pula sebaliknya. Ubah cara pandang Anda terhadap diri sendiri terlebih dahulu untuk Mengembangkan dan Meningkatkan Percaya Diri.
Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan
Kita tidak akan pernah mengalami peningkatan percaya diri ketika Ketrampilan dan Pengetahuan masih seperti dahulu. Tidak ada wawasan dan Ilmu baru yang Anda miliki, sementara orang lain semakin hebat dan handal dalam bidang baru. Perluas Ilmu Pengetahuan dan wawasan Anda, karena informasi dan pengetahuan adalah kekuatan Anda menghadapi lingkungan dan orang-orang sekitar. Banyak membaca, menulis, berdiskusi dan bertukar pikiran dengan orang lain terutama orang-orang yang berpendidikan atau ahli dibidangnya, sehingga pengalaman Anda lebih cepat terakumulasi dari komunikasi tersebut. Tekuni bidang ketrampilan yang Anda paling sukai dan tambah terus ketrampilan baru yang selaras dengan pengetahuan Anda. Dalam banyak hal pula, ketrampilan komunikasi adalah jembatan untuk Anda menambah wawasan, ketrampilan ini berguna bagi hubungan individu atau hubungan masyarakat.
Terbuka terhadap Kritik dan Saran
Memang tidak mudah untuk menerima kritikan, namun mungkin Anda dapat belajar menerima saran. Setelah itu Anda akan mampu menjadi seseorang yang Bijaksana dalam menerima umpan balik positif. Kritik dan saran dapat Anda jadikan sebuah inputan positif dengan sudut pandang positif pula. Walau memiliki kelemahan, bukan berarti orang lain segan memberikan masukan kepada Anda, justru cobalah membangun komunikasi dengan orang yang tepat yang selalu memberi saran perbaikan kepada Anda. Keterbukaan juga sebuah sifat dan karakter yang baik dalam membina relasi dan kerjasama Tim. Sifat terbuka membuat Anda percaya diri tanpa berlebihan.

Faktor faktor yang Mempegaruhi Terbentuknya Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal, meliputi :
Konsep diri. Terbentuknya keperayaan diri pada seseorang diawali dengan perkembangan konsep diri yang diperoleh dalam pergaulan suatu kelompok. Menurut Centi (1995), konsep diri merupakan gagasan tentang dirinya sendiri. Seseorang yang mempunyai rasa rendah diri biasanya mempunyai konsep diri negatif, sebaliknya orang yang mempunyai rasa percaya diri akan memiliki konsep diri positif.
Harga diri. Meadow (dalam Kusuma, 2005 ) Harga diri yaitu penilaian yang dilakukan terhadap diri sendiri. Orang yang memiliki harga diri tinggi akan menilai pribadi secara rasional dan benar bagi dirinya serta mudah mengadakan hubungan dengan individu lain. Orang yang mempunyai harga diri tinggi cenderung melihat dirinya sebagai individu yang berhasil percaya bahwa usahanya mudah menerima orang lain sebagaimana menerima dirinya sendiri. Akan tetapi orang yang mempuyai harga diri rendah bersifat tergantung, kurang percaya diri dan biasanya terbentur pada kesulitan sosial serta pesimis dalam pergaulan.
Kondisi fisik. Perubahan kondisi fisik juga berpengaruh pada kepercayaan diri. Anthony (1992) mengatakan penampilan fisik merupakan penyebab utama rendahnya harga diri dan percaya diri seseorang. Lauster (1997) juga berpendapat bahwa ketidakmampuan fisik dapat menyebabkan rasa rendah diri yang kentara.
Pengalaman hidup. Lauster (1997) mengatakan bahwa kepercayaan diri diperoleh dari pengalaman yang mengecewakan adalah paling sering menjadi sumber timbulnya rasa rendah diri. Lebih lebih jika pada dasarnya seseorang memiliki rasa tidak aman, kurang kasih sayang dan kurang perhatian.
Faktor Eksternal meliputi :
Pendidikan. Pendidikan mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Anthony (1992) lebih lanjut mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan yang rendah cenderung membuat individu merasa dibawah kekuasaan yang lebih pandai, sebaliknya individu yang pendidikannya lebih tinggi cenderung akan menjadi mandiri dan tidak perlu bergantung pada individu lain. Individu tersebut akan mampu memenuhi keperluan hidup dengan rasa percaya diri dan kekuatannya dengan memperhatikan situasi dari sudut kenyataan.
Pekerjaan. Rogers (dalam Kusuma,2005) mengemukakan bahwa bekerja dapat mengembangkan kreatifitas dan kemandirian serta rasa percaya diri. Lebih lanjut dikemukakan bahwa rasa percaya diri dapat muncul dengan melakukan pekerjaan, selain materi yang diperoleh. Kepuasan dan rasa bangga di dapat karena mampu mengembangkan kemampuan diri.
Lingkungan dan Pengalaman hidup. Lingkungan disini merupakan lingkungan keluarga dan masyarakat. Dukungan yang baik yang diterima dari lingkungan keluarga seperti anggota kelurga yang saling berinteraksi dengan baik akan memberi rasa nyaman dan percaya diri yang tinggi. Begitu juga dengan lingkungan masyarakat semakin bisa memenuhi norma dan diterima oleh masyarakat, maka semakin lancar harga diri berkembang (Centi, 1995).
Sedangkan pembentukan kepercayaan diri juga bersumber dari pengalaman pribadi yang dialami seseorang dalam perjalanan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan psikologis merupakan pengalaman yang dialami seseorang selama perjalanan yang buruk pada masa kanak kanak akan menyebabkan individu kurang percaya diri (Drajat, 1995).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri pada individu, yaitu faktor internal dan eksternal.Faktor internal meliputi konsep diri, harga diri dan keadaan fisik. Faktor eksternal meliputi pendidikan, pekerjaan, lingkungan dan pengalaman hidup.

Cara Menciptakan Mindset Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri
Untuk membangun kepercayaan diri, maka yang perlu dirubah adalah pola fikir dan attitude (sikap). walaupun sebenarnya masih ada banyak faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri, tapi beberapa strategi di bawah ini bisa jadi merupakan langkah jitu untuk membangun rasa percaya diri Anda yang tak tergoyahkan :
Temukan Keinginan Terbesar Anda
Anda akan lebih percaya diri jika menemukan impian Anda. Ketika Anda memiliki impian dan memiliki hasrat untuk memperolehnya maka anda akan lebih percaya diri dan melakukan segala hal untuk meraih mimpi anda tersebut. Usaha untuk meraih mimpi anda sendiri akan lebih besar daripada usaha untuk memperoleh sesuatu yang tidak anda impikan.
Membuat Planning Untuk Merealisasikannya
Buatlah rencana yang baik untuk meraih mimpi tersebut. Jika anda memiliki rencana yang bisa anda lakukan, anda merasa memiliki trek untuk mencapai tujuan anda. anda akan lebih percaya diri untuk meraih mimpi anda.
Jujur Terhadap Diri Sendiri
Jujur terhadap diri sendiri akan menjadikan anda bersyukur. Temukan kelebihan dan kekurangan dalam diri anda, setelah itu fokus terhadap kelebihan. Ketika anda jujur terhadap diri sendiri maka anda akan lebih berani untuk meraih mimpi anda.
Selanjutnya, dari segi sikap, aplikasikan langkah berikut ini agar percaya diri anda meningkat dalam kehidupan sosial:
Berjalan Cepat
Cara mengetahui orang yang penuh percaya diri dan penuh rendah diri adalah dari gaya jalannya. Orang yang percaya diri akan jalan lebih cepat. mereka memiliki tujuan dan pekerjaan penting yang harus dilakukan. Maka, cobalah untuk berjalan lebih cepat dari biasanya. Jalan cepat ini bukan hanya akan mendongkrak rasa percaya diri, tapi juga akan menghemat waktu anda. cobalah untuk berjalan lebih cepat maka anda akan merasa penting.
Gesture Tubuh Yang Baik
Pernahkah anda melihat orang yang berdiri dengan menumpu pada satu kaki? Membungkukkan badan ketika berjalan? Memiliki badan yang lemah seperti karet? Memiliki sorot mata yang layu? Apakah yang ada di benak anda? Gesture tubuh adalah salah satu pendongkrak rasa percaya diri. Jika kita selalu membiasakan diri untuk memiliki sikap yang baik dalam berdiri, duduk, menatap orang lain, dan gerakan tubuh lainnya maka anda akan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi. Dari rasa percaya diri tersebut akan memancarkan aura kepada orang lain sehingga orang lain akan menghargai anda.
Duduk Di Barisan Depan
Pada umumnya, di sekolah, kantor, dan majelis publik lainnya kebanyakan orang ingin duduk di bagian paling belakang. Mereka memilih di belakang karena agar mereka tidak diperhatikan pembicara, bisa melakukan hal lain, atau tidak memiliki niat yang kuat untuk mengikuti perkumpulan. Sebenarnya kebiasaan duduk di belakang mencerminkan kurangnya kepercayaan diri. Maka cobalah untuk selalu duduk di depan. setidaknya tidak di belakang. Dengan memutuskan untuk duduk di barisan depan, Anda akan merasa lebih percaya diri dan menganggap rasa minder sebagai hal yang paling tidak rasional untuk dimiliki. Anda juga akan lebih terlihat dan diperhatikan oleh orang-orang penting yang menjadi pembicara, dan anda akan mendapatkan “setruman” yang lebih kuat dari pembicara daripada orang yang duduk di belakang.
Bicaralah
Selama diskusi kelompok banyak orang tidak pernah berbicara karena mereka takut bahwa orang akan menghakimi mereka karena mengatakan sesuatu yang bodoh. Sebenarnya ketakutan seperti ini tidaklah benar. Dengan memaksakan diri untuk berbicara setidaknya sekali di setiap diskusi kelompok, secara berangsur-angsur anda akan menjadi pembicara publik yang lebih baik, lebih percaya diri, dan diakui sebagai pemimpin oleh rekan-rekan Anda.
Berpakaian Rapi
Terdapat korelasi positif antara cara berpakaian seseorang dengan pola pikirnya. Jika ia berpenampilan rapi dan tajam maka dapat ditebak bahwa orang tersebut memiliki jiwa dewasa, percaya diri tinggi, fokus, dan produktif. Tapi jika Ia berpakaian lusuh, maka orang akan berfikir bahwa ia adalah pemalas dan yang terpenting ia akan kesulitan untuk membangun rasa percaya diri.

Tips Untuk Mengembangkan Kepercayaan Diri
Untuk mengembangkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Berikut tips-tips untuk mengembangkan rasa percaya diri :
Evaluasi diri secara obyektif
Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar “kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik.
Beri penghargaan yang jujur terhadap diri sendiri
Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri – hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri.
Positive thinking
Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobodys perfect dan its okay if I made a mistake. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar.
Gunakan self-affirmation
Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya:
Saya pasti bisa !!
Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya !
Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu saya memahami tantangan
Sayalah yang memegang kendali hidup ini
Saya bangga pada diri sendiri
Berani mengambil resiko
Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain.
Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan
Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda.
Menetapkan tujuan yang realistik
Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan.
Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis kepercayaan diri. Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu.Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang sukses.

Pribadi sukses adalah pribadi yang percaya diri, berfikir, berperilaku dan memutuskan segala sesuatu sesuai dengan perintah Tuhan yang Maha Esa dan adat istiadat setempat.

Pepatah mengatakan, dimana kaki menginjak disanalah adat dijunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *