Ekonomi SOSIAL

Gotong Royong Membangun Aktivitas Ekonomi di Masjid

Setelah sukses dan mendapat tanggapan positif dari berbagai masjid dan penggiat ekonomi syariah di seluruh Indonesia, gelaran webinar yang sudah tiga kali berturut-turut di adakan tiap pekan pada setiap hari Rabu pagi, maka pada hari Rabu 15 Juli 2020 kemarin, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Bekasi, melanjutkan kembali webinar Muamalah Talk eps#4 mengambil tema “GOTONG ROYONG MEMBANGUN EKONOMI DI MASJID”.

Diskusi yang berkelanjutan ini, di maksudkan untuk mendorong ide dan gagasan tentang pemberdayaan ekonomi ummat berbasis masjid agar terus terjaga dan berkembang serta segera bisa diwujudkan dalam kenyataan.

Terkait dengan peningkatan fungsi dan manfaat masjid, Ketua Harian MES Kota Bekasi, Ina Marlina S.Sos.,MM, tidak henti hentinya, senantiasa mendorong agar pemakmuran masjid secara ekonomi yang berimbas pada kesejahteraan ummat, segera bisa di wujudkan dengan mendirikan koperasi masjid berbasis syariah, agar masyarakat bisa merasakan kehadiran masjid di lingkungannya.
Kampanye pemberdayaan ekonomi syariah penting disosialisaskan Secara simultan ke para pengurus masjid dan penggiat ekonomi syariah. Sehingga, koperasi masjid tidak hanya sekedar wacana atau sekedar ada tapi sudah menjadi kebutuhan dan keharusan.

Sementara itu, Acep Budiman yang mewakili Direktur Utama Bank bjb dalam diskusi ini menyatakan, bahwa terkait pemberdayaan ekonomi ummat berbasis masjid, pihaknya sudah meluncurkan program MESRA (Masyarakat Sejahtera). Program kerjasama antara bank bjb dan organisasi keagamaan.
Program diluncurkan ini terwujud atas dorongan Gubernur Jawa Barat, yang di rancang menyasar bagi pelaku usaha kecil, di lingkungan tempat ibadah, baik secara individu atau dengan kelompok, yang jumlah per kelompoknya, 1- 5 orang dan sudah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Bank bjb .
Plafon kredit MESRA, maksimal lima (5) juta rupiah dengan masa pengembalian enam (6) bulan sampai dengan dua belas (12) bulan, tanpa agunan dan bunga,tetapi di kenakan biaya sebesar 8 persen dari pinjaman untuk perlengkapan dan pelatihan.
Untuk luncuran program MESRA tersebut pihak bank bjb baru menyalurkan kepada 127 DKM dengan dana sebesar 3.188 miliar rupiah, Acep Budiman menambahkan hingga saat ini belum satupun DKM yang ada di Kota Bekasi yang mengajukan permohonan.

Sekalipun belum maksimal, di beberapa masjid, pemakmuran dan pemberdayaan secara ekonomi yang melibatkan UKM dan jamaah, sudah di lakukan. Misalnya di masjid Ad-Dzikra yang berada di komplek perumahan Galaxy, pihak Yayasan dan pengurus DKM jeli melihat peluang yang ada di sekitarnya.
Ahmad Farihin, salah satu pengurus Yayasan Ad-Dzikra, yang menjadi pemateri dalam diskusi, menyatakan bahwa dalam pemakmuran dan pemberdayaan, masjid tidak harus memiliki segalanya, tetapi harus jeli membaca peluang serta memanfaatkan potensi yang berada di sekitar lingkungannya.
Dengan konsepsi itu, masjid Adz Dzikra mengusung program pemberdayaan umat melalui Program Pelaksanaan Pernikahan.
Besutan program ini merupakan sinergi antara Masjid Adz Dzikra dengan Grand Galaxy Park. Keberadaan masjid yang berdekatan dengan Hall Grand Galaxy Park (GGP) memungkinkan Masjid sebagai tempat akad nikah dan Hall GGP sebagai tempat resepsi pernikahan. Dari sinergi lokasi yang berdekatan, membawa dampak positif bagi para pelaku UKM yang berpartisipasi dalam setiap perhelatan tersebut. Sedang kan program lain yang sudah berjalan, terkait penguatan UKM adalah pengelolan area sekitar masjd, untuk menampung pelaku usaha UKM pada setiap hari Ahad pagi saat pemberlakuan hari bebas kendaraan.

Terkait kondisi perekonomian umat saat ini, sebagai dampak pandemi COVID-19,
Dr. Arsyad dalam arahannya selaku pembina koperasi masjid, mengusulkan langkah langkah praktis gotong royong, yang di mulai dari hal hal kecil tetapi di lakukan secara berjamaah. Dr Arsyad mencontohkan misalnya, dengan menabung 500 rupiah secara konsisten selama 3 bulan untuk mengawali pendirian koperasi masjid.
Dalam kaitan program MESRA yang diluncurkan bank bjb, Dr. Arsyad yang ikut terlibat dalam gagasan awalnya, menyayangkan capaian target program MESRA di Jawa Barat sebab jumlah masjid di Jawa Barat masih banyak yang belum mendapatkan manfaat.

Alhamdulillah dari silaturahim webinar ini memunculkan sinergi baru. Faqih Suhada yang mewakili DKM Al Aqsho Jatibening yang selama ini mempunyai lini usaha koperasi syariah dengan nasabah jama’ah, saat itu juga menawarkan sinergi dengan DKM Ad-Dzikra Galaxy. Gayung pun bersambut dari DKM Ad-Dzikra bahkan sinergi antar masjid ini di usulkan agar diperluas dengan masjid-masjid yang ada di berbagai wilayah.

Di akhir webinar ini , KH. Mi’ran Syamsuri, Ketua MUI Kota Bekasi menggarisbawahi, meskipun masih ada aturan yang menjadi kendala dalam proses ekonomi syariah, hal itu harus di sikapi dengan bijaksana musyawarah tetap harus di kedepankan, dan gotong royong untuk kemaslahatan menjadi yang utama dengan tetap berpedoman pada aturan syariah yang sudah jelas. Intinya usaha-usaha kegiatan ekonomi di masjid harus terus dikembangkan demi kemakmuran ummat, ujar KH Mi’ran Syamsuri dalam penutupnya. (mes/4r1s)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *