PENDIDIKAN ANAK

Mondok Sambil Belajar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris di Pesantren

KAB. SUMEDANG, JOURNALPENDIDIKAN.COM — Jika dulu yang terbayang pertama kali mendengar kata pesantren adalah dengan kegiatan yang bisa membuat kita jenuh, atau sebuah tempat dimana anak-anak yang tidak mematuhi orang tua, maka akan dikirimkan kesana. Anak-anak pun yang membayangkannya saja sudah merasa takut dan tidak nyaman.

Seiring berjalan waktu para orang tua justru semakin menyadari bahwa Ilmu agama sangat penting dalam membangun generasi yang lebih baik lagi.

Selain untuk kita sebagai orang tua, manfaat yang akan diperoleh pun akan dirasakan oleh anak-anak kita juga. Seperti kemandirian, ketaatan, dan ketertiban.

Seperti kegiatan yang diadakan oleh Pesantren Karasak (Sabtu,15/02/2020) yang terletak di Kabupaten Sumedang, yaitu mengadakan kegiatan pesantren singkat dengan konsep mondok selama satu malam saja.

Kegiatan ini dibuka untuk umum, yang dimulai dari hari Sabtu pukul 16.00 WIB hingga hari Minggu Pukul 12.30 WIB.

Kegiatan yang dilakukan seperti Sholat berjama’ah, dilanjutkan dengan Muroja’ah surat-surat pendek Juz 30. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan makan malam bersama-sama. Hal ini merekatkan tali silaturahim sesama umat. Tak lupa, anak-anak diajarkan untuk Sholat sunnah tahajud. Dalam kegiatan ini, Akhwat dan Ikhwan melakukan kegiatan terpisah. Dan dibimbing oleh Ustadz dan Ustadzah pemilik pesantren tersebut.
Anak-anak pun belajar bahasa Inggris, dan belajar bahasa Arab, ditambah dengan kegiatan pilihan. Seperti Menangkap ikan di kolam, Bermain di kolam, atau berenang di kolam berenang. Hal ini tentunya sangat menyenangkan bagi anak-anak.

Tak hanya sekali, kegiatan ini rutin diadakan dan dibuka untuk umum setiap sebulan sekali. Dan berdasarkan keterangan dari orang tua yang mengikuti acara tersebut, mereka sangat bersyukur dan antusias dalam mengikutsertakan anak-anak mereka dalam kegiatan tersebut.
Jika dibandingkan Outbond ke tempat rekreasi, para orangtua tersebut memilih ke pesantren ini untuk melakukan kegiatan bermanfaat namun menyenangkan.

Dengan begitu, anak-anak lebih dekat dengan Allah, sekaligus melatih kemandirian mereka. (Cahyani Yusep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *