Warna
PENDIDIKAN ANAK

Mengajarkan Warna-warna Pada Balita

BANDUNG, JOURNALPENDIDIKAN.COM — Balita sangat menyukai warna-warna, karena hal tersebut dapat menarik perhatian mereka. Biasanya, balita menyukai warna dasar yang berwarna terang seperti Merah dan Kuning.

Berikut adalah trik dan tips memperkenalkan warna pada Balita yang sudah bisa berbicara:

1. Memperkenalkan warna dengan mainan kesukaannya.

Setiap mainan yang dimiliki anak-anak tentunya akan memiliki warna-warna yang menarik. Carilah mainan yang mempunyai satu warna saja. Misalkan sebuah mobil dengan warna merah. Nanti setiap bermain dengannya, maka sebutkan lah warna itu dengan lembut seperti “ini adalah mobil merah, bunyinya ngedenger” sambil memainkan mobil-mobilan tersebut di depan Balita kita. Lakukan tanpa tekanan sambil bermain saja, tak usah berambisi dia harus menghafalnya secepat mungkin. Dengan rutin menyebutkan 1 warna saja, Balita akan faham bahwa mobil-mobilan tersebut berwarna merah.

2. Mengajaknya bermain Puzzle.

Mempelajari warna dengan bermain puzzle merupakan hal yang sangat menyenangkan. Ada manfaat lain selain mengajarkan warna pada balita, dengan bermain puzzle daya ingat Balita akan terasah. Dia akan mengenal bentuk dari puzzle yang dia mainkan. Dia akan tau dimana letak puzzle walaupun dia tidak berbicara bentuk apa itu. Seiring waktu, sambil menyebutkan seperti kita bermain mobil-mobilan tadi, Balita akan mengingat 1 warna yang kita ajarkan dan kita sebutkan sering kali.

3. Mandi Bola

Balita mana yang tak menyukai bola. Balita Laki-laki atau perempuan akan menyukai bola bola kecil yang berserakan diantara tubuhnya. Jika khawatir membawa mereka ke tempat mandi bola umum, kita dapat membeli bola-bola kecil yang berwarna warni, jangan lupa untuk dibersihkan lebih dahulu ya.

3 Tips dan Trik diatas dapat dicoba ya. Ingat!!! Tidak memaksakan diri dalam mengajari segala hal pada balita dan anak anak kita. Semua berproses, tidak ada yang instan. Anak-anak akan pintar pada waktunya. Menjadikan mereka sebagai Penerus ambisi orang tua yang tidak tercapai akan berdampak sangat buruk bagi anak-anak kita. Dalam proses belajar, balita sangat memerlukan orang-orang ceria yang mampu mendampingi mereka, masuk kedalam dunia mereka dan sekaligus mensimulasikan mereka. Maka jadilah orang tua yang ceria dan berbahagia, untuk memiliki Balita yang cerdas dan ceria.(Cahyani Yusep).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *